MENIT PERTAMA

BERBAGI BERITA TERPOPULER, AKTUAL, INDEPENDEN DAN BERIMBANG

PDGMI Bertemu Ketua TP PKK Sulsel Bahas Kerjasama Penanggulangan Stunting

3 min read

PORTALMAKASSAR.COM – Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI) Cabang Sulawesi Selatan (Sulsel) mengadakan pertemuan di rumah jabatan Gubernur Sulawesi Selatan untuk membahas kerjasama penanggulangan stunting dan Penyakit Tidak Menular (PTM). Kedatangan PDGMI diterima oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulsel Ibu Ir. Liestiaty F. Nurdin, M. Fish yang didampingi oleh ketua POKJA IV (Kesehatan) PKK Sulsel dr. SP Hadriyah. B, Sp. S.

Selain itu pengurus PDGMI yang hadir diantaranya Dr.dr. Citrakesumasari, M. Kes, Sp. GK (Ketua PDGMI), dr. Devintha Virani, M. Kes, Sp. GK (sekertaris), dr. Marniar, M. Kes, Sp. GK (Bendahara), dan Bidang Ilmiah Dr. dr. Aidah Julianty Baso, Sp. A.

“Kami sangat berterimakasih karena pertemuan ini disambut baik oleh ketua tim penggerak PKK Sulsel, Melalui penanggulangan stunting kami berharap dapat memperbaiki mutu SDM bangsa agar berkualitas, dalam pertemuan ini Kami banyak membicarakan tentang permasalahan stunting di Indonesia. Namun untuk tahap awal, Kami sepakat memfokuskan pada Kabupaten di Sulsel yang termasuk ke dalam peringkat kabupaten 160 stunting tertinggi di Indonesia” terang Dr.dr. Citrakesumasari, M. Kes, Sp. GK, ketua umum PDGMI, Rabu 15 Mei 2019.

Pada kesempatan tersebut dibahas Upaya intervensi yang akan dilakukan nantinya misalnya Bimbingan teknis, Pelatihan kader dasawisma, memperkuat posyandu dan posbindu, serta penerapan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE). Terkait hal teknis di lapangan dan pembahasan lebih detil akan dibicarakan selanjutnya. Mungkin meeting tentang rencana teknis akan dibicarakan kembali dalam waktu dekat, sekitar bulan juni atau juli mendatang, lihat saja moment yang bertepatan dengan hari kesehatan, biar pas ngomongnya tangkas dr. Citra.

dr. Citra melanjutkan dengan mengungkapkan keprihatinan PDGMI atas permasalahan Stunting. Beliau juga menjelaskan bagaimana stunting dan dampaknya di masa mendatang khususnya di Sulsel . Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai janin masih dalam kandungan. Stunting menyebabkan anak telihat pendek dari anak seusianya. Penegakan diagnosis stunting cukup kompleks sehingga harus dilakukan dengan tepat agar penanganannyapun tepat. Pada jangka panjang Stunting penyebab risiko tinggi untuk munculnya penyakit tidak menular. Ini terjadi di Sulsel, Data PTM Sulsel tercatat sebagai salah satu penyumbang angka prevalensi stroke tertinggi di Indonesia.

dr. Devintha Virani, M. Kes, Sp. GK selaku sekertaris PDGMI menambahkan bahwa Upaya intervensi gizi spesifik dilakukan dalam rangka membantu pemerintah untuk Program 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan PTM. Target sasaran yaitu Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Anak 0-23 bulan, sehingga melibatkan Posyandu dan Posbindu, serta PKK. Oleh karena itu, periode ini sangat penting, ada yang menyebutnya sebagai “periode emas”, “periode kritis”, dan Bank Dunia menyebutnya sebagai “window of opportunity”. Lebih lanjut diungkapkan pentingnya penanggulangan dimulai dari remaja sebagai calon Ibu. Masa remaja memungkinkan terjadinya fase kesempatan tambahan (an additional window of opportunity) di dalam siklus kehidupan yang dapat memperbaiki stunting bagi generasi seterusnya.

Di akhir pertemuan Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulsel menyampaikan bahwa mereka sangat berterimakasih karena PDGMI bersedia bekerjasama dalam penanggulangan Stunting dan PTM. Ibu ketua yang akrap disapa Ibu “ Lies” menitip harapan besar pada PDGMI untuk bersama-sama melakukan penanggulangan stunting dengan melakukan perbaikan gizi sejak dalam kandungan.

CITIZEN JOURNALISM: MESRA RAHAYU

BERITA INI TELAH TAYANG DI SITUS BERITA PORTAL MAKASSAR

Tinggalkan Balasan

BERITA TERBARU