MENIT PERTAMA

BERBAGI BERITA TERPOPULER, AKTUAL, INDEPENDEN DAN BERIMBANG

Pengacara Maksa Polisi Kabulkan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana, “Harus Dikabulkan Dong”

3 min read

POJOKSATU.id, JAKARTA – Upaya tim kuasa hukum Eggi Sudjana yang sudah mengajukan permohonan penangguhan penahanan atas kliennya masih belum merima kejelasan.

Akan tetapi, tim kuasa hukum pentolan kubu Prabowo-Sandi itu memaksa penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengabulkan permohonan penangguhan penahanan.

Salah satu pengacara Eggi Sudjana, Pitra Romadoni mengatakan, pihaknya telah mengajukan penangguhan penahanan terhadap Eggi Sudjana sejak resmi ditahan pada Selasa (14/5) malam.

“Sejak ditangkap itu sudah saya ajukan penangguhan penahanan,” katanya, Kamis (16/5/2019).

Seharusnya, kata dia, Mabes Polri dan Polda Metro Jaya mengakomodir surat permohonan penangguhan penahanan dimaksud.

“Saya rasa penyidik PMJ profesional lah dalam menangani masalah ini,” lanjutnya.

Pitra juga menyebut bahwa Eggi selama ini sudah kooperatif mulai dilakukan pemeriksaan sampai akhirnya ditahan.

Atas dasar itu, pihaknya menuntut penyidik harus mengabulka permohonan penangguhan penahanan kliennya itu.

“Tidak harapan, memang harus dikabulkan dong. Karena memang Eggi kooperatif,” tegasnya.

Pitra pun menyampiakan keyakinanya yang membumbung tinggi dalam kasus tersebut.

“Saya kan selalu optimis berbicara tidak ada berharap-harap, saya nggak mau berharap-harap,” lanjutnya.

Alasan lain penyidik harus mengabulkan permohonan penangguhan penahanan kliennya adalah, Eggi tidak akan menghilangkan barang bukti atau melarikan diri.

“Karena dia (Eggi) selalu kooperatif tidak pernah menghilangkan barbuk (barang bukti), setiap pemeriksaan klien saya selalu hadir,” katanya.

Selain itu, Pitra juga menganggap pasal makar yag disangkakan polisi terhadap Eggi adalah tidak tepat.

Menurutnya, pasal 160 dalam keputusan Mahkamah Konstitusi haruslah ada akibat yang telah terjadi.

Karena, smabungnya, tuduhan pasal 160 itu mengandung tindak pidana materil dalam pengertian konstitusional bersyarat.

“Karena putusan MK Tahun 2009 mengatakan pasal 160 itu harus ada sebab akibat yang terjadi,” ucapnya.

“Dalam istilahnya teori kondisi dalam hukum pidana, yaitu ada dulu kejadian baru bisa dipidana,” tutup Pitra.

Untuk diketahui, Eggi Sudjana resmi ditahan sejak Selasa (14/5) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Ia akan ditagan sampai 20 hari ke depan.

Eggi Sudjana ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar oleh Polda Metro Jaya.

Penetapan itu berdasarkan setelah proses gelar perkara pada 7 Mei 2019, dengan kecukupan alat bukti seperti enam keterangan saksi, empat keterangan ahli, beberapa dokumen, petunjuk, dan kesesuaian alat bukti.

Dia dilaporkan oleh caleg PDIP, S. Dewi Ambarawati alias Dewi Tanjung ke Polda Metro Jaya atas tuduhan makar.

Dewi melaporkan Eggi, berkaitan dengan beredarnya video ketika Eggi menyerukan people power dalam sebuah orasi.

Atas pernyataan itu, Eggi juga dilaporkan oleh Supriyanto, yang mengaku sebagai relawan dari Jokowi-Ma’ruf Center (Pro Jomac) ke Bareskrim Polri, Jumat, 19 April.

Laporan Supriyanto teregister dengan nomor LP/B/0391/IV/2019/BARESKRIM tertanggal 19 April 2019 dengan tuduhan penghasutan.

Terkait status tersangkanya ini, Eggi telah mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

(jpg/ruh/pojoksatu)

ARTIKEL INI TELAH TAYANG DI SITUS BERITA POJOK SATU

Tinggalkan Balasan

BERITA TERBARU