MENIT PERTAMA

BERBAGI BERITA TERPOPULER, AKTUAL, INDEPENDEN DAN BERIMBANG

Saksi Katakan Bahar bin Smith Sempat Menyesal

3 min read

Terdakwa penganiayaan terhadap dua remaja, Bahar Bin Smith, mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang lanjutan kasus penganiayaan, di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung, Kamis (4/4/2019). Pada sidang yang mengagendakan keterangan dari saksi Jaksa Penuntut Umum (JPU) salah satunya menghadirkan keluarga korban (kakek korban). (Irfan Al-Faritsi/Ayobandung.com)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM—Terdakwa penganiayaan dua remaja, Habib Bahar bin Smith, sempat menyesali perbuatannya. Saking menyesalnya, dia sempat mengutus dua kerabatnya mengadakan mediasi dengan keluarga korban.

Hal tersebut terungkap dalam sidang pemeriksaan saksi meringankan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Jalan Seram, Kota Bandung, Kamis (16/5/2019). Saksi meringankan yang mengungkapkan hal tersebut yaitu salah satu kerabat Bahar, Muhammad Mahdi. 

Mahdi mengatakan, saat kejadian tersebut, dia sedang umrah. Dia mendapat kabar tersebut setelah sampai di Indonesia.

Setelah pulang tanggal 4 (Desember 2018), saya dapat kabar terjadi kekhilafan dengan adanya video (penganiayaan) itu, ujar Mahdi dari kursi saksi.

Tak lama setelah itu, Mahdi dihubungi oleh Bahar. Mahdi mengatakan, dalam sambungan telepon itu, Bahar berkata bahwa dia menyesal.

AYO BACA : Sidang Habib Bahar: Ahli Forensik Sebut Korban Mengalami Pendarahan di Mata

Habib Bahar telepon saya, di situ beliau menyesal dengan apa yang terjadi. Lalu saya datang (ke tempat Bahar) dapat kabar Agil (Agil Yahya/terdakwa) sudah ditangkap. Saya ngobrol banyak dengan Habib Bahar. Kalau saya lihat dari matanya, ada penyesalan tapi ada pendidikan juga dari Habib Bahar ke korban, lanjut Mahdi.

Setelah itu, Bahar menanyakan cara mediasi dan meninta bantuan kepada Mahdi untuk melakukan mediasi. Mahdi dipilih karena salah satu korban, MKU, sempat menjadi jemaah dalam majelis taklimnya.

Ketika beliau minta memediasikan, saya langsung mencari, tapi memang susah dicari. Kita juga libatkan habib, dan para tokoh sebagai bentuk penyesalan Habib Bahar akan apa yang terjadi, kata dia.

Mahdi kemudian mendapat informasi bahwa kedua korban tengah dirawat di Rumah Sakit Polri Sukanto. Setelah itu, dia dan beberapa rekannya mendatangi CAJ, korban yang mengaku-ngaku sebagai Bahar.

Mahdi mengaku bertemu dengan CAJ beserta kedua orang tuanya. Dia mengatakan, orang tua korban CAJ sudah memaafkan dan legowo terhadap perlakuan Bahar.

AYO BACA : Bahar bin Smith: Orang yang Mengaku-ngaku Habib Harus Dipukul Keras

Saya bicarakan to the point, dia mau buat surat pernyataan korban ini sudah legowo. Orang tuanya bilang meskipun dipukuli itu buat pelajaran. Perbincangan sambil tertawa dan ending-nya foto bareng. Orang tuanya bilang yang melaporkan adalah ayahnya Altof atau MKU, kata Mahdi.

Saat Mahdi akan keluar dari ruangan, dia mengatakan, korban CAJ memeluk dirinya. CAJ, lanjutnya, memeluknua sambil berkata “Titip Habib Bahar.”

Ketika mau keluar dia tarik saya, peluk saya, sambil bilang ‘habib tolong titip Habib Bahar. Demi Allah saya tidak mau Habib Bahar kenapa-kenapa. Bahwasannya saya memaafkan dan legowo’. Dia meluk dan sambil nangis, kata Mahdi.

Selesai dengan CAJ, Mahdi menuju kamar MKU. Sesampainya di kamar, Mahdi melihat MKU sendirian tanpa didampingi orang tuanya.

Saya tanyakan ke dia ‘ente pandang ana, kalau sampai ini (kasus) panjang apa kesannya ulama dan tokoh’. Saya katakan dia salah habib salah, tapi ada itikad Habib Bahar minta maaf. Dia menyampaikan tidak bisa mencabut laporan karena yang melapor orang tuanya, kata Mahdi.

Mahdi melanjutkan, dia mendapat nomor telepon orang tua MKU dari orang tua CAJ. Namun, selalu sulit ketika dihubungi. 

Telepon pertama ucapan salam dijawab. Tapi tiba-tiba terputus. Kemudian ditelepon lagi tidak aktif. Kami berusaha mencari orang tuanya tetapi Habib Bahar keburu dipanggil (polisi) dan tidak pulang lagi, tuturnya.

AYO BACA : Sidang Habib Bahar: Ahli Pidana Katakan Penjemputan Paksa juga Bentuk Penganiayaan

BERITA INI TELAH TAYANG DI SITUS BERITA AYO BANDUNG

Tinggalkan Balasan

BERITA TERBARU