MENIT PERTAMA

BERBAGI BERITA TERPOPULER, AKTUAL, INDEPENDEN DAN BERIMBANG

Warga Laporkan Ely Toisuta ke Bawaslu

4 min read

Ambon – Janji palsu caleg Partai Golkar, Ely Toisuta berbuntut panjang. Ely dila­porkan oleh sejumlah warga  Kudamati dengan tuduhan melakukan tindak pidana pelanggaran pemilu ke Bawaslu Kota Ambon, Selasa (14/5).

Laporan disampaikan sekitar pukul 10.00 WIT oleh enam orang warga Kudamati, didampingi Wakil Ketua Bidang Bapilu DPC Partai Garuda Kota Ambon, Jefry Akollo.

Laporan diterima oleh Komisioner Devisi Hukum dan Penindakan Pelang­garan Bawaslu Kota Ambon, Daim Baco Rahawarin. 

Wakil Ketua Bidang Bapilu DPC Partai Garuda Kota Ambon, Jefry Akollo, kepada Siwalima, meminta Bawaslu Kota Ambon segera menindaklanjuti laporan tersebut, karena Ely Toisuta yang adalah caleg  nomor urut 1 dapil Ambon III atau Keca­matan Nu­saniwe telah mela­kukan pelanggar­an pemilu.

Pelanggaran pemilu yang dimak­sud adalah Ely  memberikan kursi kepada warga Kudamati, dengan kompensasi mencoblos dirinya saat pemilu 17 April.

“Kita menyikapi terus berbagai pelanggaran yang terjadi saat pe­milu 17 April lalu, ada beberapa pelang­garan yang sudah kita cross check yang dilakukan caleg Golkar Ely Toisuta yang memberikan bantuan kursi. Sesuai data, ada yang 100 buah, ada pula 50 buah, namun baru diberikan 25 buah dan janji akan dibe­rikan setelah proses penghi­tungan suara,” tandas Akollo.

Ia menegaskan, Partai Garuda akan mengawal terus laporan yang sudah disampaikan ke bawaslu. Sebab, yang dilakukan Ely Toisuta adalah pelanggaran pemilu.

“Ini merupakan pelanggaran pemilu. UU Nomor 10 tahun 2016 pasal 183 ayat (1) dan (2) menya­ta­kan setiap caleg yang memberi dan menjanjikan akan terkena sanksinya, sehingga kita sudah menghubungi DPD dan DPP dan perintah DPP jelas, kita akan mengawal sampai di Bawaslu RI,” ujar Akollo.

Menurutnya, tidak ada alasan bagi bawaslu untuk menggugurkan lapo­r­an ini, karena fakta, bukti laporan, foto dan video juga sudah diberikan.

“Kami minta Bawaslu Kota Ambon tidak melindungi siapapun dalam proses pemilu termasuk Ely Toisuta yang secara nyata telah melakukan pelanggaran, dimana   beliau turun sosialisasi bulan Okto­ber kemudian kursi diberikan pada bulan Maret  untuk tahap pertama dan tahap kedua seminggu sebelum proses penco­blos­an dilakukan,” ujarnya.

Komisioner Devisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kota Ambon, Daim Baco Rahawarin yang dikonfirmasi mengakui, sudah menerima laporan dugaan pelang­garan pemilu caleg Partai Golkar Ely Toisuta, dan sementara dipelajari.

“Kami sementara pelajari untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.

No Comment

Caleg Partai Golkar, Ely Toisuta no comment saat dikonfirmasi soal tun­tutan warga Kudamati agar membe­rikan sisa kursi yang dijanjikan.

“Sementara ni comment ya ade,” tulis Ely, melalui pesan whatsApp, kepada Swalima, Selasa (14/5) Ely.

Janji Palsu

Seperti diberitakan, warga di Ka­wasan Farmasi Kudamati, Kecama­tan Nusaniwe, Kota Ambon menge­luhkan janji palsu caleg dari Partai Golkar, Ely Toisuta.

Ely Toisuta berjanji memberikan kursi kepada warga setempat seba­nyak 100 buah, namun sampai se­karang baru diberikan 25 buah.

“Ibu Ely berjanji untuk memberi­kan bantuan kursi sebanyak 100 buah dan sudah diberikan  25 buah masih tersisa 75 buah, namun sam­pai sekarang belum juga direalisasi­kan sisanya, jangan ingkar janji,” kata salah satu warga Farmasi, Edo Leuwol, kepada wartawan, Senin (13/5).

Leuwol mengaku, kursi sebanyak 25 buah itu telah diberikan seminggu sebelum pencoblosan 17 April lalu. Saat pemilu, Ely Toisuta memperoleh suara yang signifikan di kawasan tersebut.

“Kami berharap ibu Ely segera merealisasikan janjinya karena bukan saja kursi, tetapi beliau juga janji akan memberikan mesin potong rumput, apalagi sudah memperoleh suara yang signifikan di sini,” tandasnya.

Janji palsu Ely Toisuta juga dium­bar bagi jemaat sidang jemaat Allah Makedonia. Ia menjanjikan membe­rikan kursi 50 buah, namun hanya memberikan 25 buah. 

Pendeta Sidang Jemaat Allah Ma­ke­donia, Ony Nahaklay mengatakan, Ely Toisuta berjanji memberikan kursi sebanyak 50 buah. Sebagai kom­pensansi, suara jemaat diberi­kan untuk Ely. Namun Wakil Ketua DPRD Kota Ambon ini ingkar janji. Kursi yang diberikan hanya 25 buah.

“Baru berikan 25 buah, sisa 25 buah belum juga diberikan hingga kini. Su­dah ada kompensasi suara yang dibe­rikan oleh jemaat, se­hingga jangan diabaikan, tolonglah untuk segera merealisasikannya,” tandasnya.

Sementara  Ely Toisuta yang dikonfirmasi Siwalima, melalui telepon selulernya, namun enggan mengangkat telepon. SMS maupun pesan yang dikirim melalui whats App juga tak direspons.

Politisi Obral Janji

Akademisi FISIP Unpatti Said Lestaluhu menilai, momen pileg tahun ini banyak bermunculan politisi obral janji, hal ini dilakukan untuk meraih hati suara rakyat.

“Dalam pileg kali ini, segala cara dilakukan untuk meraih hati suara rakyat, salah satunya tentu dengan berjanji kepada rakyat namun tidak ditepati, itu politisi obral janji,” kata Lestaluhu.

Menurutnya, politisi harus komit­men dengan janjinya. Jangan hanya meraih suara rakyat, namun tipu masyarakat.

“Kalau politisi janji namun tidak ditepati, maka kedepan pastinya akan mendapatkan penilaian buruk dari masyarakat. Masyarakat akan menagih janji, artinya ini penghu­kuman bagi para politisi yang suka berjanji namun tidak ditepati,” tandas Lestaluhu. (S-16/S-44)

sumber :SIWALIMA NEWS

Tinggalkan Balasan

BERITA TERBARU