MENIT PERTAMA

BERBAGI BERITA TERPOPULER, AKTUAL, INDEPENDEN DAN BERIMBANG

Aktivis Antikorupsi Sahabat Abraham Samad Masuk Bursa Cabup Bulukumba

3 min read

RAKYATKU.COM – Bursa calon bupati Bulukumba mulai ramai jelang Pilkada 2020. Salah satu nama yang mengemuka, Syamsuddin Alimsyah, orang kepercayaan mantan Ketua KPK, Abraham Samad.

Syamsuddin Alimsyah termasuk salah seorang tokoh populer di kalangan parlemen dan eksekutif. Sebagai koordinator Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia, dia banyak terlibat dalam penyusunan undang-undang.

Pria kelahiran Bulukumba 8 November 1975 itu didorong masyarakat untuk maju pada Pilkada Bulukumba 2020. Dia selama ini dikenal sebagai sahabat dekat Dr Abraham Samad, legenda pemberantasan korupsi Tanah Air.

Hampir setiap aktivitas mereka selalu bersama. Saat awal-awal mendirikan Kopel Indonesia tahun 2000-an, misalnya, Abraham banyak terlibat. Abraham dalam profilnya di KPK, menulis dirinya salah seorang penasihat hukum Kopel.

Bersama Abraham dan Andi Mariattang, Syamsuddin Alimsyah terus menggerakkan semangat antikorupsi. Bahkan tahun 2003, mereka bersama tokoh lainnya menginisiasi pembentukan Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulsel.

Lembaga ini kemudian menjadi momok bagi para koruptor di Tanah Air. Saat Abraham Samad ditakdirkan menjadi ketua KPK, lembaga super bodi pemberantasan korupsi di Tanah Air, selalu berkomunikasi dengan Syamsuddin Alimsyah.

Setelah Abraham Samad berhenti dari KPK, bersama Syamsuddin Alimsyah menginisiasi gerakan antikorupsi yang bernaung dalam bendera KITA Indonsia.

Tidak heran jika Abaraham Samad langsung mendorong Syam untuk maju di Pilkada Bulukumba. Tak hanya restu, Abraham siap memberikan dukungan maksimal.  

Syamsuddin Alimsyah adalah salah satu tokoh muda dari Bulukumba yang terbilang sukses dalam dunia NGO. Berkat tangan dinginnya, Kopel yang semula wilayah kerjanya hanya di Makassar, kini sudah menasional. 

Programnya hampir tersebar di semua provinsi di Indonesia. Dia kini menjelma menjadi salah satu tokoh muda antikorupsi yang cukup diperhintungkan di level nasional.
 
Syamsuddin menyelesaikan pendidikan di Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin tahun 1999. Mulai aktif di dunia NGO tahun 2000 dan menjadi pendiri Lembaga Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia. 

Kopel adalah sebuah NGO yang fokus melakukan pemantauan kinerja pemerintahan di daerah. 
Sebelum di Kopel, tahun 1996-2003 aktif  sebagai jurnalis di Harian Berita Kota. Meski saat itu juga aktif di organisiasi kemahasiswaan.

Tahun 1994, saat masih kepala plontos alias mahasiswa baru, dirinya sudah didaulat menjadi ketua Komisariat HMI Fakultas Satra Unhas. Tahun 1996-1997 menjadi ketua HMI Korkom Unhas dan tahun 1997-1999 aktif menjadi pengurus di HMI Cabang Makassar.

Loading…

Berbekal sebagai wartawan dan kematangan di organisasi pergerakan, Syam juga aktif menulis opini serta buku yang berkaitan dengan pemerintahan dan kebijakan publik. Termasuk menulis buku-buku panduan penguatan kapasitas DPRD dan pendampingan masyarakat di desa. Tulisannya sering dimuat di media nasional maupun lokal.

Selama di Kopel, Syamsuddin cukup aktif mengadvokasi kebijakan yang fokus memberi perlindungan bagi kelompok marginal, buruh, tani perempuan termasuk dengan masyarakat tergolong kurang beruntung.  

Tahun 2007-2008, menjadi leader inisiatif pembentukan Ombudsman Kota Makassar yang menangani keluhan warga terhadap pelayanan publik.  

Juga pendampingan beberapa daerah dalam membentuk perda-perda yang berkaitan pelayanan publik kesehatan dan pendidikan.

Tahun 2015, pelatih bagi pendamping desa yang difasilitasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Di tahun yang sama, juga menjadi konsultan pembelajaran dari inovasi perempuan miskin untuk penguatan kebijakan penanggulangan kemiskinan oleh KGCK-MAMPU. 

Dalam kapasitas tersebut membantu enam desa menyusun perdes tentang tanggung jawab desa dalam persoalan kesehatan dan pendidikan.  

Desa Wolwal, Kecamatan Alor Barat, Kabupaten Alor, NTT berhasil mendapat penghargaan dari Kemendes karena inovasinya terlibat dalam mengatasi persoalan pendidikan di desanya. 
 
Syamsuddin juga terlibat konsultan penguatan kapasitas legislatif di beberapa lembaga donor seperti BASICS-DFTAD (2011-2015). DRSP-USAID (2011-2012) dan LGSP-USAID tahun 2009-2012 serta penanggung jawab program kerja sama Kopel dan Uni Eropa (2009 -2012).

Sekarang ini aktif mengadvokasi program sekolah aman dan nyaman di Kabupaten Bogor. Bahkan sudah puluhan ruang kelas rubuh berhasil direhab tanpa menggunakan dana APBD.

“Beliau masih muda, tapi gagasan dan karyanya sudah luar biasa. Ada banyak daerah yang sudah didampinginya dan cukup berhasil,” ujar Zaenal, salah seorang pemuda Sampeang, Bulukumba. 

“Bahkan di level kementerian, juga banyak kerja sama dengan beliau. Kita butuh dia maju di Bulukumba. Apalagi beliau tokoh antikorupsi yang sudah menasional. Orangnya sederhana,” tambah Zaenal.

sumber :RAKYATKU

Tinggalkan Balasan

BERITA TERBARU