MENIT PERTAMA

BERBAGI BERITA TERPOPULER, AKTUAL, INDEPENDEN DAN BERIMBANG

Ketika Anak Punk Belajar Mengaji dan Puasa

3 min read

DEPOK – Berusaha menghilangkan image atau kesan seram maupun brutal sekelompok anak punk yang tergabung dalam komunitas seniman terminal (Senter) Jalan Raya Margonda, Depok, Jawa Barat mereka ikut mengaji.

“Sangat terasa bedanya dalam bulan puasa ini. Saya sempat menanggis saat Pak Yosh, “kata Edo, 28, anak punk di Kota Depok, Jumat (16/5/2019). Pak Yosh adalah panggilan akrab Wirawan Yosh pendiri Senter Depok

Edo sempat menanggis ketika Wirawan Yosh mengajaknya ke sanggar dan musolah yang terletak di samping Jalan Layang Arief Rachman Hakim di kawasan Terminal Terpadu Depok,

Di sanggar itu Edo dan teman-temannya diajak puasa dan mengaji. Awalnya Edo tidak pernah mengira sama sekali kalau akan kembali mengikuti ajaran agama yang sejak dari kecil diyakininya yaitu Agama Islam baik berpuasa maupun membaca ayat suci Al Quran.

“Saya ngak nyangka sama sekali karena hampir sepuluh tahun ngak pernah lagi melaksanakan salat, puasa apalagi membaca ayat suci Al Quran tapi setelah diingatkan Pak Yosh dan temannya yang ustad dirinya langsung mencoba dan memahami arti kehidupan selama ini, ” tutur pria asli Padang, Sumatera Barat yang datang merantau ke Depok sekitar sepuluh tahun lalu.

Dengan badan, tangan, leher serta wajah terdapat tanda tato, imbuh dia, sempat merasa tidak nyaman untuk memegang apalagi membuka serta membaca Kitab Suci Al Quran. “Ada rasa takut dan enggan membuka ayat suci Al Quran awalnya, ” tuturnya .

Namun, setelah mendapatkan dorongan dan bimbingan pendiri Senter Depok secara perlahan saya mau membuka kemudian membaca Al Quran dalam bulan puasa ini. “Alhamdulillah.. Masih bisa dan ingat membaca Al Quran. Agak canggung awalnya tapi empat hari seteah itu sudah lancar lagi, ” tuturnya yang mengaku waktu di Padang dulu dirinya suka mengajarkan mengaji kepada anak anak di Surau atau musolah.

MENGAJAR MENGAJI

Edo yang kini sudah berkeluarga ini, mengaku siap dan suka rela mau mengajarkan anak anak punk untuk mengaji di komunitad Senter Depok.

“Saya ikhlas dan siap membantu mengajarkan anak punk atau anak jalanan lain yang mau belajar mengaji dan lainnya di komunitas Senter, ” tuturnya yang mengaku kini hidupnya agak tenang setelah hijrah dari anak punk ke kegiatan yang postif lainnya.

Pendiri Komunitas Senter Depok Wirawan Yosh, mengakui awal mula mengajak anak punk, pengamen jalanan dan anak jalanan lain untuk mendekatkan diri dengan Allah SWT tidak lain karena prihatin serta kasihan selama ini kehidupannya tidak ada arah yang jelas.

Mencoba menuntun anak jalanan dan punk mau bertobat serta belajar agama memang agak sulit tapi dirinya terus mencoba bahkan sempat menyewa gerobak bakso guna mendekati mereka. “Ya awalnya setiap ketemu anak punk khususnya di kawasan terminal terpadu Depok mereka diberikan makan gratis bakso dan makan lainnya, ” katanya.

Cara itu ternyata manjur dan berhasil mengajak belasan anak punk dan salah satunya Edo untuk mau belajar agama serta puasa. Ternyata Edo, walaupun anak punk mampu dengan lancar dan baik membaca ayat suci Al Quran. “Sekarang malah Edo menjadi salah satu yang membantu mengajar mengaji kepada anak punk lainnya, ” ujarnya yang merasa bersyukur dan senang serta bangga belasan anak punk di Depok bulan puasa ini menjalankan puasa, sholat dan mengaji. (anton/b)

ARTIKEL INI TELAH TAYANG DI SITUS BERITA POS KOTA

Tinggalkan Balasan

BERITA TERBARU