MENIT PERTAMA

BERBAGI BERITA TERPOPULER, AKTUAL, INDEPENDEN DAN BERIMBANG

Polda Jawa Tengah Pecat Polisi Gay, Ini Pernyataan Menohok Sekjen Demokrat

2 min read

RAKYATKU.COM – Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan angkat bicara terkait polisi gay di Jawa Tengah.

Anggota Komisi III DPR RI mendukung keputusan Polda Jateng. Menurutnya, tidak ada yang salah dengan keputusan tersebut karena sudah sesuai dengan kaidah yang dianut masyarakat Indonesia.

“LGBT bukanlah DNA bangsa Indonesia. Terlebih kuasa hukum mantan polisi tersebut sudah mengakui adanya penyimpangan orientasi seksual kliennya,” sebutnya.

Sebelumnya, polisi berinisial TT dipecat secara tidak hormat oleh Polda Jateng lantaran orientasi seksnya yang menyimpang. TT dinyatakan melanggar peraturan Polri tentang kode etik, yaitu Perkap Nomor 14 Tahun 2011.

Dia diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH). Surat keputusan PTDH turun pada 27 Desember 2018.

Sebelumnya, kuasa hukum TT dari LBH Masyarakat, Maruf Bajammal menjelaskan kliennya diperiksa karena dianggap melakukan hubungan seks menyimpang. Pemeriksaan itu berlangsung pada 15 Februari 2017. Pemeriksaan tersebut berlanjut pada 16 dan 23 Februari 2017 di Mapolda Jateng.

“Pemeriksaan itu dilakukan tidak ada laporan tuduhan. Baru tanggal 16 Maret 2017 ada laporannya. Jadi diperiksa dulu baru ada laporannya, itu pun bukan laporan masyarakat,” jelasnya seperti dikutip dari Detikcom.

Mabes Polri menegaskan perilaku gay termasuk melanggar norma agama dan kesopanan serta melanggar Undang-Undang No 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian. 

“Pada norma agama dan kesopanan jelas bahwa LGBT masih menjadi hal yang tabu oleh agama dan tidak diakui secara yuridis oleh negara, sehingga dari hal tersebut tersirat bahwasanya anggota Polri tidak boleh LGBT dan memiliki kelainan atau disorientasi seksual,” tegas Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

sumber :RAKYATKU

Tinggalkan Balasan

BERITA TERBARU