Definisi ergonomi: definisi, sejarah, ruang lingkup

Definisi ergonomi
Buka baca cepat

Ergonomi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia dalam hubungannya dengan pekerjaannya. Tujuan penelitian ergonomi adalah orang-orang yang bekerja di lingkungan. Singkatnya, dapat dikatakan bahwa ergonomi adalah adaptasi tugas-tugas kerja dengan keadaan tubuh manusia untuk mengurangi stres yang akan mereka hadapi. Upaya tersebut antara lain mengatur ukuran tempat kerja agar sesuai dengan ukuran tubuh agar tidak melelahkan, serta mengatur suhu, cahaya dan kelembaban agar sesuai dengan kebutuhan tubuh manusia. Ada beberapa definisi ergonomi yang bertujuan untuk “menyesuaikan tempat kerja dengan pekerja” sementara ILO menyerukan, antara lain, ilmu terapan biologi manusia dan hubungannya dengan teknik bagi pekerja dan lingkungan kerja mereka untuk mencapai kepuasan kerja yang maksimal dan meningkatkan produktivitas. ”
Sejarah ergonomi

Definisi-ergonomi-definisi-sejarah-ruang-lingkup

Ilmu ergonomi pertama kali disebut pada tahun 1949 sebagai judul buku karangan Prof. Murrel.

Istilah ergonomi tersebar luas di Eropa. Di Amerika Serikat, istilah faktor manusia atau rekayasa manusia dikenal. Kedua istilah (ergonomi dan faktor manusia) hanya berbeda dalam penekanannya. Intinya, kedua kata tersebut menekankan prestasi dan perilaku manusia. Menurut Hawkins (1987), keduanya dapat digunakan sebagai acuan teknologi yang sama untuk mencapai tujuan praktisnya. Ergonomi telah menjadi bagian dari evolusi budaya manusia selama 4000 tahun. Perkembangan ilmu ergonomi dimulai ketika orang mendesain benda-benda sederhana seperti batu untuk membantu tangan dalam bekerja hingga perbaikan atau perubahan dilakukan pada alat-alat tersebut untuk memudahkan penggunanya. Pada awalnya perkembangan ini tidak teratur dan tidak terarah, bahkan terkadang acak.

Perkembangan ergonomi modern dimulai sekitar seratus tahun yang lalu ketika Taylor (1880) dan Gilberth (1890) secara independen mempelajari waktu dan gerakan. Penggunaan ergonomi sebenarnya dimulai pada Perang Dunia Pertama untuk mengoptimalkan interaksi antara produk dan manusia. Dari tahun 1924 hingga 1930, Hawthorne Works of Wertern Electric (AS) melakukan eksperimen ergonomis yang dikenal sebagai Efek Hawthorne. Hasil percobaan ini memberikan konsep motivasi baru di tempat kerja dan menunjukkan hubungan fisik dan langsung antara manusia dan mesin. Kemajuan dalam ilmu ergonomi semakin terasa setelah Perang Dunia II, karena penggunaan peralatan yang sesuai dapat meningkatkan keinginan masyarakat untuk bekerja lebih efektif. Ini terjadi terutama di perusahaan senjata perang.
Baca lebih lanjut: Sastra adalah

Area aplikasi ergonomis

Area aplikasi ergonomis

Ergonomi adalah ilmu pembelajaran multidisiplin yang menggabungkan berbagai disiplin ilmu dan profesional serta menyatukan informasi, pengetahuan, dan prinsip dari masing-masing disiplin ilmu tersebut. Ilmu yang dimaksud antara lain fisiologi, anatomi, psikologi, fisika, dan teknik. Fisiologi dan anatomi memberikan gambaran umum tentang bentuk tubuh manusia, kemampuan tubuh atau anggota tubuh untuk mengangkat atau menahan kekuatan apa pun yang diterimanya. Fisiologi memberikan gambaran umum tentang bagaimana otak dan sistem saraf berfungsi dalam kaitannya dengan perilaku, sementara upaya eksperimental berusaha memahami cara untuk membuat penyesuaian, memahami proses motorik, belajar, mengingat, dan mengendalikan. Sedangkan fisika dan teknik memberikan informasi yang sama untuk mendesain lingkungan kerja yang melibatkan pekerja. Integritas data dari berbagai bidang keilmuan digunakan dalam ilmu ergonomi untuk memaksimalkan keselamatan kerja, efisiensi dan kepercayaan karyawan, memfasilitasi pengenalan dan pemahaman tugas yang diberikan serta untuk meningkatkan kenyamanan dan kepuasan karyawan.

Tujuan dan prinsip ergonomis

Beberapa tujuan dapat dicapai dengan penerapan ergonomi. Tujuan dari penerapan ilmu ergonomi adalah sebagai berikut (Tarwaka, 2004):

Meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental melalui upaya untuk mencegah cedera dan penyakit terkait pekerjaan, mengurangi beban kerja fisik dan mental, mempromosikan promosi dan kepuasan kerja.
Meningkatkan kesejahteraan sosial dengan meningkatkan kualitas kontak sosial dan koordinasi kerja yang tepat guna meningkatkan jaminan sosial baik pada usia produktif maupun pasca produktif.
Penciptaan keseimbangan rasional antara teknis, ekonomi

 

LIHAT JUGA :

https://teknologia.co.id/
https://butikjersey.co.id/
https://kabarna.id/
https://manjakani.co.id/
https://sewamobilbali.co.id/
https://deevalemon.co.id/
https://cipaganti.co.id/
https://pulauseribumurah.com/
https://pss-sleman.co.id/
https://mitranet.co.id/