7 Film Indonesia Kontroversial yang Laris dan Berprestasi

7 Film Indonesia Kontroversial Yang Bahkan Best Seller Dan Sukses Berdiri Dikritik!

film-indonesia-kontroversial

Walaupun film merupakan salah satu bentuk hiburan, karya seni ini biasanya memiliki pesan moral atau nilai doktrin yang dapat dipelajari oleh penontonnya.

Namun ada kalanya hal positif yang seharusnya ditampilkan justru menjadi bumerang dan membuat film tersebut menjadi pusaran kontroversi – apalagi tentu saja hal negatif yang dikritik.

Sebagai negara yang masih menjunjung tinggi budaya Timur dan sangat religius, Indonesia memiliki batasan-batasan tertentu terhadap apa yang dapat ditampilkan dalam sebuah film dalam rangka menjunjung tinggi norma dan etika.

Nah, itulah mengapa ada beberapa film yang tidak bisa diterima secara damai oleh sebagian kalangan di Indonesia. Namun, film-film tersebut justru laris manis di pasaran dan meraih banyak penghargaan. Di mana?

Baca dulu review dari Jaka berikut ini, yuk!

1. Dua garis biru (2019)

Perilisan trailer film Dua Garis Biru pada 2019 langsung memicu reaksi keras dari berbagai kalangan, terutama orang tua, yang menilai film tersebut meresahkan dan mendorong seks bebas.

Bahkan, film yang mengambil tokoh utama Angga Yunanda dan Adhisty Zara ini mengingatkan akan bahaya dan akibat dari seks bebas yang bisa dilakukan oleh para remaja.

Betapa tidak terkesannya dengan tuduhan tersebut, film ini menjadi film kedua yang paling banyak ditonton pada tahun 2019, mencapai lebih dari 2.500.000 penonton dan membawa pulang dua Piala Citra dan tiga piala di Festival Film Bandung 2019.

2. Dilan (2019)

Film romantis Indonesia yang berhasil membuat kita bernostalgia masa SMA, seperti Dilan, malah menambah kontroversi lho.

Beberapa organisasi masyarakat melihat plot dalam film ini yang berpotensi mengubah remaja menjadi hubungan yang buruk.

Namun, film yang diadaptasi dari novel karya Pidi Baiq ini berhasil menembus 5 juta penonton dan menjadi film terlaris tahun 2019. Sekuelnya juga akan terus diputar di bioskop.

3. Makmum (2019)

Jaka yakin Makmum adalah salah satu film horor Indonesia terbaik yang benar-benar seram dan tidak menjual barang-barang seksual.

Soalnya film horor bagus ini pun masih banyak dikritik karena takut salat sendirian, apalagi di malam hari.

Meski banyak yang mengaku takut, Makmum berhasil mengundang banyak penonton untuk menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia. Film itu sukses bahkan di Malaysia, lho!

4. Nagel Kuntilanak (2009)

Dengan pemeran utama penyanyi seksi Dewi Perssik, sudah bisa ditebak dari awal bahwa film horor Paku Kuntilanak akan mengandung unsur vulgar dan pornografi secara eksplisit.

Hal ini tentu saja memicu protes dari banyak pihak, termasuk MUI, yang menginginkan Paku Kuntilanak ditarik dari bioskop.

Bahkan, film Findo Purwono ini laris manis di bioskop, menarik 290.000 penonton dalam dua minggu pertama perilisannya.

5. Jagal / Tindakan Pembunuhan (2012)

Film yang memiliki judul dwibahasa ini merupakan hasil kolaborasi sutradara dari Indonesia dan Amerika Serikat dan bercerita tentang para pelaku pembunuhan anti-PKI.

Alih-alih dipuja di Indonesia, film yang mendapat tanggapan positif di seluruh dunia dan mendapat rating 97% di Rotten Tomatoes itu malah dicekal dan dianggap berjiwa komunis.

Meski begitu, Butcher dinominasikan untuk Film Dokumenter Terbaik di Oscar dan memenangkan British Academy Film Awards pada 2013.

6. Kucumbu Tubuhku yang indah

Mungkin Kucumbu My Beautiful Body adalah salah satu film yang menuai kontroversi terbesar dengan munculnya petisi yang mendesak pengguna internet untuk memboikot film Garin Nugroho.

Film ini dianggap menonjolkan dan mempromosikan LGBT dan secara terbuka menampilkan adegan homoseksual.

Petisi yang ditandatangani lebih dari 53.000 orang itu tak mampu membendung kesuksesan film tersebut, terbukti dengan diraihnya 8 Piala Citra.

Di ajang internasional itu sendiri, Kucumbu Body Indahku menerima berbagai penghargaan internasional dari Asia Pacific Screen Awards 2018, Des Continents Festival 2018 dan Bisato D Oro Award Venice Independent Awards.

7. Wanita dengan sorban

Kontroversi yang tak kalah hebat juga melanda para wanita berturban yang dipimpin oleh sutradara terbaik Indonesia Hanung Bramantyo.

Film tentang agama dan pemajuan perempuan dianggap sebagai serangan terhadap tradisi Islam konservatif yang masih sangat terasa di berbagai pesantren di Indonesia, sehingga menyinggung beberapa kalangan.

Hadirnya nama-nama besar seperti Reza Rahadian, Revalina S. Temat dan Oka Antara

Sumber :